Hadirkan Solusi Psikologis, Erma Soesilowati Bedah Tehnik Konseling Profesional

PALEMBANG – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendampingan individu dan penguatan mental masyarakat, sebuah materi edukatif bertajuk “Tehnik Konseling” dipaparkan oleh psikolog senior, Erma Soesilowati, S.Psi, Psikolog. Kegiatan yang berlangsung di Jakabaring pada Sabtu, 9 Mei 2026 ini, menyoroti pentingnya peran konselor dalam membantu individu mengatasi berbagai problematika hidup.

Erma Soesilowati, yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Psikologi Wilayah Sumatera Selatan (2023-2027), menekankan bahwa konseling bukan sekadar obrolan biasa atau “curhat”. Menurutnya, konseling adalah pemberian bantuan psikologis yang profesional melalui wawancara untuk memotivasi individu agar lebih berprestasi dan mandiri dalam memecahkan masalah.

Lima Fungsi Utama Konseling

Dalam paparannya, lulusan Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini merinci lima fungsi krusial dari proses bimbingan konseling:

  1. Pemahaman: Membantu individu memahami diri sendiri dan lingkungannya, baik sebagai anak, orang tua, maupun bagian dari komunitas.

  2. Pencegahan: Mengantisipasi munculnya masalah yang menghambat perkembangan, seperti bahaya narkoba dan pergaulan bebas.

  3. Perbaikan: Membantu mengatasi hambatan mental, kepribadian, hingga pemahaman agama.

  4. Pemeliharaan: Menjaga agar perilaku baik yang sudah terbentuk tidak rusak kembali.

  5. Advokasi: Membela hak-hak dan kepentingan konseli yang mungkin selama ini terabaikan.


Etika dan Keterampilan Konselor

Menjadi seorang konselor yang baik membutuhkan syarat tertentu, di antaranya adalah wawasan luas, kepercayaan diri, emosi yang stabil, serta kemampuan mendengarkan secara aktif. Erma menegaskan bahwa setiap konselor wajib mematuhi Kode Etik Konselor, termasuk menjaga kerahasiaan konseli dan menghormati martabat serta keyakinan mereka tanpa diskriminasi.

“Konselor harus terampil mendengarkan aktif dengan memberikan perhatian fisik dan tidak menginterupsi pembicaraan,” jelas Erma dalam materinya.

Tahapan Menuju Solusi

Proses konseling dilakukan secara sistematis melalui lima tahap utama:

  • Rapport: Membina hubungan baik agar konseli merasa nyaman dan terbuka.

  • Identifikasi Kebutuhan: Menggali harapan konseli, apakah ingin didengarkan atau membutuhkan saran.

  • Identifikasi Masalah: Mendengarkan keluhan dan dampak masalah secara mendalam.

  • Problem Solving: Memberikan alternatif solusi, namun penetapan keputusan tetap diserahkan kepada konseli agar mereka bertanggung jawab atas pilihannya.

  • Kesimpulan: Memastikan konseli paham akan langkah ke depan tanpa harus bergantung terus-menerus pada konselor.

Kegiatan ini diharapkan dapat membekali para konselor, khususnya di wilayah binaan PPG Palembang Ulu, untuk lebih tanggap dalam memberikan pendampingan psikologis yang tepat dan terukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hak Cipta © 2022 PPG Palembang Ulu. Tema: ColorMag - ThemeGrill | Powered by Rino Saputro, S.Pd