5 Sukses Ramadhan PPG Palembang Ulu

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah organisasi Islam yang didirikan di Indonesia. Organisasi ini memiliki tujuan untuk menyebarkan ajaran Islam yang sesuai dengan pemahaman yang diyakini oleh para pendirinya. LDII berkomitmen untuk mengajarkan ajaran Islam yang dianggap murni dan sesuai dengan Al-Qur’an serta Hadis Nabi Muhammad SAW.

LDII didirikan pada tanggal 5 Maret 1967 di Surabaya, Jawa Timur, oleh KH. Ibrahim Zhayyim, KH. Hasyim Ashari, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Organisasi ini memiliki struktur keanggotaan dan kepemimpinan yang terorganisir, dengan kegiatan dakwah, pendidikan agama, dan pelayanan sosial sebagai fokus utamanya.

Seperti halnya organisasi Islam lainnya, LDII memiliki prinsip-prinsip dasar dalam ajaran dan praktiknya. Meskipun LDII memiliki kegiatan internal yang kuat, tetapi pada umumnya tidak terlibat dalam politik praktis, melainkan lebih fokus pada pengembangan spiritualitas dan moralitas individu dan masyarakat.

Sebagaimana umumnya organisasi keagamaan, LDII juga memiliki berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama, moralitas, dan kesejahteraan umat. Ini termasuk kegiatan ibadah, pendidikan Islam, pengajian, serta pelayanan sosial kepada masyarakat.

Harapannya, LDII dapat menjadi wadah bagi umat Islam untuk memperdalam pemahaman agama dan meningkatkan kehidupan spiritual serta sosial mereka sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang diyakini oleh organisasi tersebut.

Asrama Online Tulung Selapan

 

Sebagai bagian dari LDII Sumatera Selatan, PPG Palembang Ulu menekankan 5 sukses ramadhan di tahun ini. Sukses dalam bulan Ramadan dapat diukur dari berbagai sudut, termasuk spiritual, sosial, dan pelayanan. Berikut adalah lima kunci untuk sukses dalam Ramadan menurut pandangan LDII:

  1. Sukses Puasa

Puasa bulan Ramadan merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim. Selama bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Aktivitas puasa ini melibatkan menahan diri dari makan, minum, serta aktivitas-aktivitas yang dapat membatalkan puasa, seperti berhubungan intim dan mengeluarkan sperma dengan sengaja, dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Pada bulan Ramadhan ini Allah telah mewajibkan kita orang iman untuk berpuasa. Allah berfirman:

 تَتَّقُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu sekalian bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Ini harus kita sukseskan karena keutamannya luar biasa, yaitu pertama, puasa merupakan kemajiban bagi kita. Kedua, dengan puasa Allah mengampuni semua dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah, maka diampuni apa-apa yang telah lewat dari dosanya.” [HR. Bukhari]

Ini menunjukkan bulan Ramadhan ialah bulan penuh ampunan, betapa ruginya kalau kita puasa ternyata dosa kita tidak diampuni oleh Allah, maka rugi besar bagi kita. Waktu puasa ternyata tidak menetapi kewajiban atau melanggar aturan-aturan orang yang berpuasa, seperti ketika berpuasa masih berani berucap dusta, berani berbuat maksiat, walaupun dia berpuasa tetapi puasanya tidak sukses.

Oleh karena itu marilah kita sukseskan puasa Ramadhan ini dengan puasa yang benar-benar mendapat pahala dari Allah, tidak hanya sekedar menahan lapar, tidak hanya menahan dahaga, akan tetapi lebih dari itu kita harus juga menahan hawa nafsu  bisa menjaga diri dari kemaksiatan sehingga sukseslah puasa kita. Kita mendapat pahala, ampunan, serta kerahmatan dari Allah sehingga kita akan menjadi orang yang bertaqwa di sisi Allah.

Asrama Online Tanjung Harapan
  1. Sukses Shalat Sunah Tarawih  

Sudah kita ketahui bersama bahwa Rasulullah SAW ketika pada bulan Ramadhan meningkatkan ibadahnya. Di antara ibadah Rasulullah SAW yang dikerjakan ialah ibadah shalat malam atau dikenal dengan shalat tarawih. Shalat tarawih telah mempunyai beberapa keutamaan dimana Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berdiri shalat sunah (melaksanakan shalat tarawih) pada bulan Ramadhan dengan dasar iman dan niat untuk mencari pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni oleh Allah.”

Allah tidak hanya mengampuni dosa-dosa kita satu tahun, dua tahun, atau lima tahun yang terdahulu, akan tetapi Allah akan mengampuni semua dosa-dosa kita yang telah lampau. Oleh karena itu marilah kita semua yang diberi kesempatan oleh Allah bisa menjumpai bulan Ramadhan ini kita laksanakan betul shalat tarawih dengan sungguh-sungguh.

  1. Sukses Tadarus Al Qur’an

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Maka kita sebagai umat Islam yang sudah lancar bacaannya dapat khatamkan bacaan 30 juz Alquran minimal selama satu kali di bulan Ramadhan, dan yang belum lancar bacaannya diharapkan dapat lebih giat lagi belajar dan berusaha sehingga saat selesai Ramadhan bacaannya sudah lancar dan kemampuan membaca Al-Qur’an juga meningkat.

  1. Sukses Iktikaf dan Lailatul Qadar

Sukses Iktikafnya, terutama di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk meraih Lailatul Qadar. Pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan dapat melaksanakan beribadah semalam suntuk atau Iktikaf di dalam masjid. Lailatul Qadar jatuh diantara sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Beribadah dalam Malam Qadar pahalanya melebihi beribadah selama seribu bulan.

  1. Sukses Zakat Fitrah

Menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk membayar zakat fitrah sebelum mengakhiri Ramadhan. karena semua amalan di bulan Ramadhan ini akan sia-sia (tidak sampai kepada Allah) jika Zakat Fitrahnya tidak tertunaikan atau terlambat ditunaikan.

Di dalam suatu riwayat dari Abdullah bin Umar, dia berkata : “Rasulullah memerintahkan kepada kami untuk menyerahkan zakat fitrah sebelum orang melaksanakan sholat Iedul Fitri, dan Rasulullah mewajibkan zakat sebanyak satu so’ gandum atau kurma atau keju kepada laki-laki, wanita, anak kecil, orang tua, orang merdeka atau hamba sahaya dari orang-orang Islam.” (HR. Abu Dawud). 

Kewajiban membayar zakat fitrah telah berlaku untuk setiap orang islam, baik bagi bayi yang baru lahir hingga orang tua dan bagi yang miskin maupun yang kaya. Dan ketika saudara kita kesulitan untuk membayar zakat fitrah maka kita turut membantunya agar dapat memenuhi kewajibannya membayar zakat fitrah dan dapat merayakan hari Iedul Fitri.

Dengan sukses menunaikan zakat fitrah, selain memenuhi kewajiban kita sesudah puasa Ramadhan sekaligus membantu hamba Allah yang memerlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hak Cipta © 2022 PPG Palembang Ulu. Tema: ColorMag - ThemeGrill | Powered by Rino Saputro, S.Pd